Minggu, 07 Oktober 2012


Terkoyak Asa

Keluh membasahi tubuhnya yang hitam terpanggang matahari. Tetesan tetesan keluh mengalir bagai ketam termandikan air sungai. Terik matahari sampai tak terasa, hatinya yang hangus lebih tersiksa dari tubuhnya yang terpanggang panas matahari. Perjuangannya tiga tahun ini berujung pada kekecewaan. Dua buah kata berbunyi “Tidak Lulus” yang tertulis di kertas pengumuman kemarin menghanyutkan puing-puing harapannya selama ini. Dua kata itu selalu membayang bayangi pikirannya, selincah tangannya mengayunkan cangkul di lahan miring tempat ia menanam tanaman muda sejak tiga tahun yang lalu.
Ia dilahirkan di sebuah desa kecil bernama Lubuk Karet, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Secara ekonomi, orang tuanya yang bekerja sebagai buruh harian tidak mampu untuk membiayai sekolahnya, tambah lagi kedua orang tuanya menganggap pendidikan hanyalah diperuntukkan bagi  orang-orang berada saja.
“Sekolah pun ujung-ujungnya bakal jadi kuli juga toh…,” nasehat yang mumpuni dari emaknya ketika ia mengemasi beberapa helai pakaian dan ijazahnya ke dalam kardus mie, di suatu pagi ketika ia akan berangkat ke Betung melanjutkan pendidikannya. Dalam hati ia yakin dengan pendidikan ia bisa merobah nasibnya dan Tuhan pasti mendengar doa pengembara yang sedang menuntut ilmu. Maka berangkatlah ia pagi itu dengan tatapan lusuh bapaknya yang karatan jadi kuli perkebunan toke-toke bermata sipit dari Palembang..
Nasib baik menemani langkahnya. Tidak hanya diterima ia di sekolah tersebut, kepala sekolah juga memberinya pekerjaan sebagai penjaga sekolah. Ia adalah angkatan pertama dari SMA Muhammadiah tersebut. Pulang sekolah, dengan rajin ia membersihkan pekarangan sekolah dan pagi-pagi sebelum belajar dimulai ia menyapu lantai kelas dan kantor guru. Lahan kosong di belakang kelas yang dulunya ditumbuhi banyak rumput disulapnya menjadi lahan apotek hidup. Ia menanam pohon pepaya, cabe, dan tanaman obat. Hasilnya ia bagi dua dengan pihak sekolah. Lumayan juga penghasilannya, tiap bulan ia juga menerima honor sebagai penjaga sekolah.
Otaknya memang pas-pasan, kalau tidak boleh dibilang bodoh. Tapi semangatnya  dalam mengikuti pelajaran sangat tinggi. Guru-guru yang belum seberapa, maklum sekolah baru, sangat menyayanginya. Rasa sayang sebatas manusia yang memiliki hati nurani, sebab untuk lebih dari itu, di luar kemampuan mereka juga. Mereka tidak bisa memberikan materi pelajaran sebagaimana yang dianjurkan pemerintah. Alat penunjang belajar sangat kurang, boleh dikatakan tidak ada. Sebab yang tersedia hanya ruangan kelas dan stempel dari diknas bahwa sekolah ini sudah boleh beroperasi. Buku-buku pelajaran, jauh panggang dari api.
Pernah juga suatu kali sorang wanita paruh baya berseragam pemda datang ke sekolah. Mereka menjanjikan buku yang dialokasikan dari dana BOS, tapi sampai saat ini buku tersebut tak kunjung datang barangkali sudah di pangkas ‘BOS-BOS’ yang jadi mafia di dunia pendidikan.
Suatu hari, datang juga seorang sales dari toko buku di Palembang ke sekolah mereka untuk menawarkan buku-buku pelajaran yang beragam seperti yang dimiliki anak-anak sekolah di kota. Dugaan si sales tidak meleset, tak satu pun bukunya yang laku. Yanto dan beberapa kawannya yang rata-rata anak buruh kasar perkebunan sawit hanya bisa menelan liur untuk memiliki buku tersebut.
Dengan segala keterbatasan akhirnya sampai juga ia di ujung perjuangan. Ujian Nasional (UN) diselenggarakan untuk pertama kalinya di sekolah tersebut. Kepsek dan majelis guru menyadari betul persiapan sekolah mereka untuk menghadapi UN. Guru-guru yang jauh dari standar kompetensi dan murid-murid yang tidak jenius karena dari kecil memang selalu kurang gizi. Sempat juga terlintas di benak mereka untuk mengambil jalan pintas. Membeli lembar soal, tapi rasanya juga tak mungkin. Dari mana mereka dapat uang  pengisi ‘amplop’.
***
Menjelang tengah hari, Yanto masih melayangkan cangkulnya. Tak peduli sudah berapa ember keringat yang mengucur dari tubuhnya. Ia terhenti ketika ujung cangkulnya membentur sesuatu. “Nah ini dia,” bisiknya dalam hati, ketika ia yakin menemukan carocok pondasi utama dari ruang guru yang dipisahkan oleh gang sempit dari ruang kelas.
Yanto berjalan tergesa-gesa menuju bengkel las ketok bang Regar. Bengkel tersebut terletak di pinggir jalan raya tak jauh dari gapura perbatasan Riau dengan Sumut.
“Ene opo, TO..” sambut bang Regar  berbahasa Jawa ketika Saprianto sampai di depan bengkel, maksudnya menyambut tamu beramah-tamah dengan memakai bahasa ibu si tamu tapi kedengaran lucu karena logat bataknya tak bisa lepas dari lidahnya.
“Rental pompa airnya lagi, bang!”
“Berapa jam?”
“Hitung-hitungan kali la abang ini, besok pagi kuantar lagi, sekarang sudah tengah hari. Hitungannya setengah hari jugalah bang…”
“Oke…” jawab bang Regar sambil berjalan ke belakang mengambil mesin pompa air merek robin. Yanto sudah sering merental mesin di situ untuk tanaman-tanamannya.
Yanto membawa mesin dengan gerobak sorong. Sampai di bekas galiannya tadi ia mengambil linggis. Sebenarnya ia sudah letih tapi ia paksa juga menghantamkan linggis ko podasi yang ia gali tadi. Setelah pondasi utama hancur ia mengalirkan air dari sungai kecil di belakang sekolah yang kira-kira 10 meter di bawah sana. Mesin pompa berkekuatan 25 pk ini menaikan air dengan enteng. Sap mengalirkan ke saluran-saluran yang dibuatnya.
Ia duduk termenung seorang diri di bawah sebuah pohon sawit. Dua hari sekolah sepi. Kepsek dan para guru tidak berani datang ke sekolah. 36 siswa sekolah tersebut, tidak seorang pun yang lulus. Mereka takut kalau-kalau murid-murid mengamuk. Tambah lagi beberapa kuli tinta sudah datang ke sekolah mereka, wartawan tersebut dengan senang hati akan mengekspos kegagalan mereka.
Tidak lama berselang ia trsenyum bangga. Bagian belakang bangunan sekolah mulai condong ke arah sungai, ia membiarkan mesin terus memompakan air berkekuatan tinggi ke pondasi sekolah yang sudah di obrak abriknya.
Atmosfir kecamatan Tambusai dinaungi mendung, tak lama kemudian hujan turun dengan lebat disertai petir sambar menyambar. Ia tersenyum makin lebar, gemuruh bangunan runtuh trdengar. Perlahan bangunan sekolahnya runtuh ke arah sungai.
Ia berlari-lari kegirangan di halaman sekolah, kemudian bersandar di tiang bendera, yang benderanya ia biarkan juga basah ku-yup seperti hatinya dan teman-teman sekelasnya, yang setiap senin melakukan upacara bendera dengan khidmat.
“Wartawan pasti akan segera berdatangan dan mewawancaraiku,” pikirnya dalam ha-ti. “Ini adalah moment yang tepat. Saat diwawancarai nanti aku akan akan berkirim sa-lam kepada menteri Pendidikan Nasional. Pak menteri pasti akan senang dapat salam dariku di hari Pendidikan Nasional yang akan diperingati beberapa hari lagi.” Senyumnya makin manis demi teringat jawaban-jawaban yang akan di berikannya kepada wartawan.
ia membayangkan, ketika nanti ia melihat dirinya di tv, maka semua pejabat pemerintah, dan semua orang di seluruh Indonesia, bahkan dunia, akan tertawa keras sejadi-jadinya.***

Senin, 13 Agustus 2012

my new family...

I began my experiences on may, 19th 2012.. at that time I was doing examination in my campus. when I went home. my lecturer called me by hand phone . n he said that I should go to km.12. hm,,, I haven't known yet this town. so my friends ( eka n tari) accompanied me going there.... when we came to km, 12. my lecturer send me SMS. he said that I mah to go to CELC.. and finally we met leader of that course.. madam Ida...
she is very kind,and friendly... but what did she say....
are u ready???

ready !!!! what's for? ask me myself...
she explained that she was being confuse to find a new teacher in her course.. so she asked my lecture to find one of his student... oh my god... it;s me..

I'm so surprised...
but my friend said that exactly I cannot receive that job because I'm still take course in the other course....but when I told about my condition that still take a course in the other course... she said that it's not problem waiting me to finish my course in this section...

I tried to find another ways to push away that job...but when I came back to my kost. and told about that. all my sisters support me to accept that job because many people are difficult to get a job but I'm so easy to get it....

but I still found another ways... so I said to Madam ida that I'm so tired to go and back plaju-km.12.... but what did she response . . she said that I can stay in her house... oh my god... I cannot say that I don't want to accept but I also cannot to push away directly....

so I tried to stay in her house...
I met Mr. een, and mis kia... they are so kind of me. and they are like my brother and my sister... madam ida is also like my mother... day after day I feel comfort. and I brought some of my clothes and I stayed there...

I began on June,2nd 2012...
and I got many knowledge here... I get learning about teaching and understanding characteristic of many students and how to arrange the time and how to live beside many people closely...

august, 8th 2012, I make party in madam ida's house... and it's very different because I met all my new family here.... my mother and my brother came too... I'm so happy and I hope i CAN DO THE BEST HERE....

now, tomorrow n future.... I hope I can live everywhere, everytimes, n with everyone without negative thinking before.....

because I know.... GOD HAS THOUGHT FOR ME.... WHAT THE BEST FOR ME....

Jumat, 16 Maret 2012

yups..... I GOT IT....
BELIEVE THAT...

CZ NOTHING IMPOSSIBLE....
TARGET Q TERCAPAI DI SEMESTER PERTAMA KU INI...
KEBAHAGIAAN ORANG TUAKU ADALAH NO 1 BAGI KU....

semoga....
semester kedua..... nilaiku dapat MENYEMPURNAKAN nilaiku saat ini...
amien......

pelajaran yang dipetik.
BELIEVE OURSELVES .....
DO THE BEST...... GIVE THE BEST.....
SO WE WILL GET THE BEST.....

JANGAN TAKUT MEMBAGI ILMU KARENA SEMAGIN ILMU KITA SHARE...
SEMAKIN BANYAK ILMU KITA DAPAT...

SO JANGAN PULA MALU MEMINTA ILMU... MENCARI ILMU DAN MENUAI ILMU....
ATAU IRI PADA ILMU ORANG SUKSES...

KARENA ITULAH CAMBUK YANG DAPAT MEMACU KITA MENGEJAR DAN MERAIH IMPIAN KITA.........

Kamis, 12 Januari 2012

ENJOY saja lah....!
 
 
Banyak Q dapatkan cerita hidup dari teman-teman Q. Salah satunya Eka, 
Nama lengkapnya Eka Novita Sari. hm,, dia lahir di bulan yang sama dengan Q. Agustus, 27 1993. dia berasal dari Sungai lilin MUBA Sumatera Selatan. dia pernah bersekolah di SMA 2 Sekayu. tetapi karena sakit akhirnya dia pindah ke SMA 1 Sungai Lilin.eka mempunyai lesung pipit di sebelah kanan... hahaha hal itu lah yang sangat dia banggakan.. :)
Dia sangat terobsesi menjadi seorang Dokter. Menurutnya dengan menjadi dokter dia akan dapat membahagiakan kedua orang tuanya. Sebenarnya segala usaha telah ia lakukan untuk lolos tes itu. Dia telah mengikuti bimbel sebelum kelulusan SMA kami kemarin. Dia belajar siang dan malam. Dan dia juga merupakan siswa yang pintar. Mungkin kesempatan itu belom datang untuknya tahun ini.
Dia juga bilang satu tahun ini hanya digunakannya sebagai batu loncatan untuk mengikuti tes SNMPTN tahun depan.  Disamping belajar mata kuliah kami di jurusan Bahasa dan seni ( Prodi B.Inggris ) ini, dia masih menyempatkan diri untuk pergi ke perpustakan kota maupun perpustakan daerahnya untuk memburu buku  pelajaran SMA yang membahas mengenai ujian SNMPTN mendatang. Di Kantin, di sela obrolan kami, dia sempatkan untuk membaca buku-buku itu. Dan dengan senyum manisnya dia juga selalu katakan “AKU BISA TAHUN DEPAN”...
Sebenarnya tidak ada hal yang yang luar biasa dari seorang EKA.. tapi menurutQ.. aQ dapatkan pelajaran yang luar biasa dari nya.. yaitu SEMANGAT pantang menyerah.

yang ke 2.. namanya Dwi Ayu Lestari.. kami lebih suka memanggilnya Tari... dia lahir juga dibulan agustus.hehehe... kami borong dech bulan agustus.. :)..
tari berasal dari Muara Enim SUMSEL.. law eka tadi punya lesung pipit disebelah kanan... nah si Tari ini punya di sebelah kanan... mungkin saat pembagian lesung pipit. malaikat bilang mereka berbagi sajha lah kanan dan kirinya.. hehe (just kidding)
temen kami satu ini. MANJAnya nggak ketulungan.. padahal diantara kami tubuhnya paling gede loeh..tapi dari cerita yang sering dia katakan pada kami.. di rumahnya dia sangat di sayang...
huh... padahal kami juga di sayang tueh sama keluarga... hahaha tapi gak semanja itu kan.... :P hehe

 tari bilang dia benar benar nggak berniat jadi GURU... eh akhirnya juga kuliah di keguruan dech.. hehehe... dia bercita cita kuliah di jurusan Geologi..tapi di Palembang nggak ada... adanya ya di Jawa... tapi karena orang tuanya tidak mengizinkannya kuliah di luar palembang.. jadi dikuliahkan di keguruan...

orang tua Q, Orang tua Eka, Orang tua Tari... sependapat dech kayaknya... profesi guru.. sangat baik buat kami.. hm,,, ntahlah apa artinya.. tapi positifnya.. law kami nggak kuliah disini.. n nggak jadi sekelas... mana bisa kami jadi seakrab ini... EET.. ( Eka, Elin, Tari )... yang penting buat kami saat ini adalah Konsen dengan kuliah kami saat ini... masalah tahun depan... dipikirkan mendatang... hehehe

aQ juga heran..Guru SD Q dahulu pernah berkata, 
“tuliskanlah cita citamu dengan Goresan tinta di hatimu, dan Gapailah ia meskipun engkau harus menggapainya setinggi bintang di langit”

Kata-kata itu selalu menjadi tuntunan di masa Sekolah Q. Tapi,, kenyataan mengarahkan Q kepada tujuan yang sebenarnya tidak pernah Q bayangkan sebelumnya. 

GURU>>> profesi ini sangatlah mulia, dan penuh dengan tanggung jawab yang besar.
Tetapi Sebenarnya ia bukan cita cita Q semasa kecil. aQ menginginkan menjadi seorang BIDAN. Tapi segala usaha telah dilakukan, dan semua itu seperti sulit sekali Q dapatkan. Dan diawali dengan niat seperti EKA katakan tadi batu loncatan Q coba mendaftar dan menjalaninya. DAN entah kenapa.. semuanya terasa lancar dan tak satu pun q temui kesulitan...memang sich semasa Sekolah Q.. pelajaran B.inggris adalah pelajaran favorit Q.. tapi tak pernah terpikir olehku.. AQ akan menjadi seorang GURU B.inggris...

SEKARANG. Enjoy sajha lah,,,, aQ telah menikmati kuliah Q. dan semoga jadi apapun aq mendatang. Tujuan Q Cuma satu. Yaitu
MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUA Q..:)





               

Rabu, 11 Januari 2012

UAS.. :) :'( :( :)

WADUH,, nggak terasa hampir satu semester sudah akan aQ lewati di Kampus ini,,
                hm,,, tambah dewasakah aQ??
:) semoga
                Seharusnya sich hari ini menjadi minggu tenang buat kami sebagai mahasiswa yang akan melaksanakan UJIAN AKHIR SEMESTER ( UAS ) tanggal 16 Januari 2012 mendatang... tapi karna banyak sebab.. yaaa kami harus ikut kelas tambahan,  Sebenernya hal ini disebabkan Dosen yang jarang datang “minggu tenang kami dech jadi korbannya”,,, kami juga harus mengikuti seminar Bahasa Inggris sehari sebelum ujian terlaksana. Hm,,, mungkin benar kata temen Q,, RESIKO KULIAH...hehehe 
tapi jika ingat wajah kedua Orang Tua Q... SEMANGAT itu timbul...!!

Banyak hal telah Q rasakan di umur Q yang ke 18 tahun ini,, aQ tahu apa artinya hidup, apa artinya semangat, apa artinya keluarga...  

Memang sulit mengalami perubahan yang sebenarnya tidak Q persiapkan terlebih dahulu. Tapi apalah artinya persiapan jika akhirnya juga tidak dapat menerima perubahan itu.

Sekarang di kelas Q ( 1.E english department ) aq dapatkan keluarga baru Q. Disini aq belajar bagaimana bersikap dewasa, bagaimana menyelesaikan masalah Q sendiri, dan bagaimana mempergunakan waktu sebaik mungkin.

Ujian tinggal beberapa hari lagi... dan Q harap. AQ dapat mencapai Target Q,,,
Amien ya Allah... J